Kotoran sapi juga sumber gas untuk kompor. Menurut Hardi Julendra,periset Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia-LIPI, “
Air dan kotoran mengalir ke tangki penampungan berupa plastic plietilen 5 m3 setara 5.000 liter yang terpendam agar suhu stabil. Kotoran sapi difermentasi selama 1 minggu. Selama fermentasi, molekul kompleks kotoran diurai menjadi bentuk lebih sederhana. Akhirnya, dengan proses metagenesis menghasilkan gas metan. Hasil sampingan antara lain berupa karbondioksida, air dan senyawa gas. Menurut Andreas Wiji, pengusaha biogas di Ciloke, Kabupaten Bandung, dalam satu kali proses biogas alam diperoleh 55-56% gas metan, 30-35% CO2, dan 2% O2.
Gas metan merambat ke lapisan atas tangki penampung. Tingginya hanya 0,5 m, tepat di bagian atas penampung. Di bagian atas tangki terdapat terowongan penyalur kotoran ke bak penampungan. Bak penampungan 2 m x 1 m x 1 m. biogas mengalir ke genset melalui pipa ke katup yang berfungsi mengatur pasokan biogas.
Mesin genset bergerak jika terdapatgas metan minimal 0,64-1 m3. Gas itulah yang diubah menjadi listrik dan energy untuk bahan bakar kompor. Dua sapi menghasilkan 45,5 kg kotoran memproduksi energy listrik untuk 4 lampu berkekuatan 75 watt selama 6 jam. Kelebihan bahan bakar biogas untuk memasak menghasilkan nyala biru dan panas yang sama dengan LPG, tidak beracun, nirbau, serta tidak menimbulkan jelaga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar